Budi Susilo
Budi Susilo

Pengorganisasi Masyarakat, Penguatan Kapasitas Kelembagaan, Pemantauan dan Evaluasi

Belum lama melepaskan jabatan sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Satu Nama, dengan segudang pengalaman penguatan masyarakat dan kelembagaan lokal khususnya di daerah Aceh, Papua dan Timor Leste. Pemahaman konteks lokal dan nasional serta kultural menjadi dasar baginya dalam melakukan fasilitasi ataupun lokakarya penguatan yang selama ini didukung oleh USC Canada, GIZ, USAID dan Oxfam Australia. Penguatan kelembagaan organisasi masyarakat sipil, pengorganisasian dan pemberdayaan komunitas marjinal telah sungguh menjadi warna konsistensinya selama ini.
Budi Santosa
Budi Santosa

Mobilisasi Dana Publik, Bisnis Inklusif, Energi Terbarukan

Mobilisasi dana publik bagi Green Peace dan keterlibatan pada program IIEE, menghantarkannya berkiprah di Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD). Pemahaman mendalam terhadap perubahan konstalasi global, mendasari kerjanya kini dalam mendorong korporasi dan pemerintah mengadopsi prinsip pembangunan berkelanjutan, melalui pengembangan model pengelolaan energi terbarukan dan ekonomi rendah emisi. Juga terlibat bersama ICCO Cooperation dalam riset dan pengembangan model bisnis inklusif dan rantai pasar produksi yang berpihak pada masyarakat miskin.

Eko Komara
Eko Komara

Pendanaan Konservasi, Pengembangan Institusi dan Mekanisme Program

Pernah bekerja sebagai pengelola keuangan di WALHI dan KEHATI, kini di samping masih menjabat Direktur Yayasan Penabulu, beragam kegiatan konsultansi dilakukannya antara lain bagi TNC, WWF Indonesia, Bappenas, ICCTF, ICCO dan PNPM Support Facillity. Fokus perhatiannya terletak pada pengembangan mekanisme pembiayaan dan pengelolaan program multipihak, pengembangan trust fund/dana lestari bagi program konservasi, pengembangan rencana strategis dan rencana implementasi program, serta penguatan kelembagaan lokal dan organisasi-organisasi masyarakat sipil lainnya.
Bambang Eko Budi Yanto
Bambang Eko Budi Yanto

Pemberdayaan Masyarakat, Resolusi Konflik, Mitigasi Resiko

Periode panjang kerja lapangan membuktikan kemampuannya dalam menggunakan berbagai bentuk pendekatan analisa dan fasilitasi masyarakat di wilayah rawan konflik ekologis. Turut mengembangkan KIH dan Yayasan Puter, ikut serta dalam kloter awal tanggap bencana tsunami di Aceh, dilanjutkan dengan pengorganisasian nelayan dalam payung kerjasama JSDF-KEHATI-Panglima Laot. Kini tengah terlibat dalam program karbon hutan di beberapa tempat Kalimantan dan berbagai kegiatan pendampingan identifikasi dan pengelolaan kawasan dengan nilai konservasi tinggi di wilayah konsesi.

Setyo Dwi Herwanto
Setyo Dwi Herwanto

Network and Partnership Spesialist

Pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai manajer program. Keahlian meliputi Manajemen Proyek, Pengembangan Program, Monitoring dan Evaluasi Program, Perencanaan Strategis, Penulisan, Penelitian, Pengembangan Masyarakat, dan Fasilitator Pelatihan. Di PATTIRO Setyo Dwi Herwanto mempunyai tanggung jawab mengembangkan Jaringan dan Strategi Kemitraan untuk PATTIRO, mengembangkan rencana Program dan kegiatan untuk Jaringan PATTIRO Raya, memberikan masukan kepada pelaksana program dan kegiatan berkaitan dengan pembangunan Jaringan dan Kemitraan.
Astarina Eka Dewi
Astarina Eka Dewi

Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat

Sejak berkuliah di Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan UGM, Astarina telah aktif dalam kegiatan penelitian dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Astarina pernah menjadi Project Coordinator dalam Peningkatan Kapasitas Petani di Pegunungan Menoreh (Kabupaten Magelang, Purworejo dan Kulon Progo) serta menfasilitasi Program Kehutanan Multipihak di Malang, Jawa Timur. Penelitian mengenai masyarakat sekitar kawasan konservasi pernah beberapa kali dilakukannya.

Suhud Ridwan
Suhud Ridwan

Pemberdayaan Masyarakat, Pengelolaan Relawan, Penanggulangan Bencana

Bekerja sebelumnya pada program dengan isu bencana di UNDP, Coca Cola Foundation, Mercy Corps, ditambah pengalaman pengelolaan logistik dan relawan pada sekian program tanggap bencana WALHI, kini menjadi bekal utama dalam pengembangan Jaringan Cincin Api, komunitas tanggap bencana Indonesia yang bertujuan untuk menyiapkan masyarakat mampu hidup berdampingan dengan potensi bencana negara ini. Keahlian dalam pemetaan sosial yang dimilikinya telah teruji dalam berbagai program pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat di beberapa daerah di Jawa dan Kalimantan.
Frederica Felicitas Sri Purwani
Frederica Felicitas Sri Purwani

Manajemen Organisasi, Pemberdayaan Masyarakat dan Teknik Fasilitasi Penggerak Pemberdayaan Masyarakat

Sejak awal karir di lembaga swadaya masyarakat, Ani berfokus pada isu pemberdayaan dan pendampingan desa melalui penguatan kapasitas dalam proses pembuatan RPJMDes, Perdes, APBDes, serta penguatan kelembagaan desa lainnya. Selama 10 tahun terakhir Ani sudah melayani konsultansi peningkatan kapasitas di berbagai lembaga di seluruh Indonesia, insitusi pemerintah baik propinsi maupun kabupaten, pemerintahan desa di berbagai penjuru nusantara, beberapa kedutaan negara sahabat, LSM berskala lokal hingga internasional, lembaga pendidikan, lembaga keuangan, CSR, hingga kelompok-kelompok mahasiswa.

Arief Tajalli
Arief Tajalli

Konservasi Sumber Daya Hutan, Pengembangan Perangkat

Minat terbesarnya adalah pada konservasi spesies jenis herpetofauna, binatang melata. Telah melakukan berbagai kegiatan penelitian bagi TNC, IPB dan beberapa Taman Nasional/Cagar Alam di Jawa dan Kalimantan, kekuatannya terutama terletak pada kemampuan untuk memadukan hasil pengamatan lapangan, pengolahan data, dan literasi pendukung secara sistematis. Kini tengah mengembangkan Enviro PCM, panduan penilaian, perencanaan dan pengukuran keberhasilan proyek konservasi berbasis pendekatan ekosistem dengan dukungan dari TFCA Kalimantan.